Nama lengkapnya adalah Abu’l-Abbas Ahmad bin Muhammad bin Utsman al-Azdi, namun ia lebih akrab dengan sebutan Ibnu al-Banna al-Marrakushi. Dilahirkan pada bulan Desember 1256, beliau dikenal sebagai seorang ahli matematika muslim legendaris Maroko pada abad ketiga belas Masehi. Dalam catatan sejarah, tidak ada keterangan yang menyebutkan dengan jelas apakah al-Banna lahir di kota Marrakesh atau di wilayah yang diberi nama Marrakesh atau Maroko oleh bangsa Eropa. Ada pula yang menyebut al-Banna terlahir di Granada, Spanyol sebelum kemudian hijrah ke Afrika Utara untuk menimba pendidikan dan pengalaman hidup.

Saat itu, matematika merupakan ilmu favorit yang paling banyak dipelajari. Ibnu al-Banna al-Marrakushi begitu menyukai ilmu geometri serta memiliki ketertarikan mendalam untuk mempelajari Elemen Euclid. Ia juga mempelajari angka-angka pecahan dan belajar banyak dari orang-orang Arab terdahulu yang telah mengembangkan ilmu matematika sekitar 400 tahun sebelumnya. Selain itu, al-Banna merupakan penulis yang sangat produktif. Dia telah melahirkan sejumlah karya besar nan legendaris. Total karyanya mencapai tidak kurang dari 82 karya.

Dalam membuat karyanya, Ibnu al-Banna al-Marrakushi memang mendapatkan banyak pengaruh dari para ahli matematika Arab sebelumnya. Al-Banna merupakan orang pertama yang mempertimbangkan pecahan sebagai perbandingan antara dua angka. Beliau juga adalah orang pertama yang menggunakan ekspresi almanak dalam sebuah karya yang berisi data astronomi dan meteorologi.

Karya Ibnu al-Banna al-Marrakushi yang paling terkenal adalah Talkhis Amal al-Hisab (Ringkasan dari Operasi Aritmatika) dan Rafal-Hijab. Buku kedua itu berisi komentar-komentar al-Banna terhadap karyanya yang pertama. Dalam karyanya itu, al-Banna memperkenalkan beberapa notasi matematika yang membuat para ilmuwan percaya bahwa simbolisme aljabar pertama kali me­mang dikembangkan oleh para ahli matematika Islam, yakni al-Banna dan al-Kalasadi. Dalam buku Raf al-Hijab, al-Banna men­jelaskan berbagai macam pecahan matematika yang masih digunakan untuk menghitung perkiraan dari nilai akar kuadrat.

Sebenarnya, karya Ibnu al-Banna al-Marrakushi ini merupakan langkah kecil dari pengembangan rumus segitiga Pascal yang telah terlebih dulu dijelaskan oleh al-Karaji tiga abad sebelumnya. Meski demikian, temuan al-Banna dalam perhitungan segitiga Pascal bersama-sama dapat membentuk hubungan antara angka dan kombinasi poligonal. Al-Banna juga menjadi salah seorang yang mampu menguraikan atau menjabarkan prinsip-prinsip perhitungan dari bentuk-bentuk ghubar (hisab adalah suatu metode perhitungan yang berasal dari Persia). Begitu besarnya kontribusi beliau dalam pengembangan ilmu matematika sehingga beliau termasuk salah satu dari dua puluh tokoh ilmuwan muslim yang namanya diabadikan sebagai nama kawah di bulan.