Gottfried Wilhem von Leibniz lahir pada 1 Juli 1646 di kota Leipzig, Sachsen. Ayahnya, Friedrich Leibniz, menjabat sebagai professor filsafat moral di Universitas Leipzig. Ibunya bernama Cathahna Scmuck adalah ahli hukum. Saat berusia 6 tahun, Leibniz menud yatim, karena sang ayah meninggal dunia. Leibniz masuk Universitas Leipzig sebagai mahasiswa hukum. Ia menyelesaikan program sarjananya pada tahun 1663 dan memperoleh gelar doktornya pada tahun 1666.

Dalam argumentasi kosmologinya, Leibniz menetap adanya penyebab mundur yang tidak terbatas. Ia tidak tergantung pada premis penolakan suatu sebab mundur yang tak terbatas. Selain itu, baginya, dunia atau alam semesta adalah suatu keseluruhan yang terdiri dari pengada-pengada yang bersifat kontingen. Rangkaian dari pengada-pengada terhubung dengan kejadian-kejadian. Karena itu, dunia sebagai suatu keseluruhan pun bersifat kontingen.

Bagi Leibniz, adanya suatu eksistensi pengada senantiasa membutuhkan penjelasan dari eksistensinya. Dalam suatu rangkaian terjalin relasi     langsung antara pengada yang lebih awal dan pengada seterusnya. Selain itu, Leibniz juga memberikan batasan bagi pengada-pengada dalam suatu rangkaian untuk sampai pada penjelasan penuh atas keberadaannya.

Untuk menjelaskan adanya suatu pengada yang menyebabkan seluruh pengada-pengada bisa ada, sementara segala yang ada adalah kontingen, Leibniz mengambil jalan keluar bahwa pengada itu haruslah berada di luar rangkaian, karena setiap rangkaian tidak dapat memberikan penjelasan pada dirinya sendiri. Adanya eksistensi ini harus dijelaskan dalam suatu aktivitas kausal dari pengada di luar rangkaian tersebut. Oleh karena itu, harus ada suatu pengada yang niscaya, yang oleh Leibniz disebut sebagai sufficient reason. Setiap pengada harus memiliki prinsip ini sebagai jaminan eksistensinya.