Dian Siswarini sosok perempuan hebat dalam perkembangan bisnis telekomunikasi di Indonesia, yang berhasil menduduki jabatan sebagai CEO di PT. XL Axiata yang diangkat mulai tahun 2015 yang lalu setelah menggantikan Hasnul Suhaimi sebagai CEO sebelumnya.

Salah satu perempuan hebat diera milenial ini yang menjadi lambang akan emansipasi wanita itu benar-benar ada.
Mari, mengenali lebih dalam lagi sosok perempuan hebat ini.

Dian Siswarini lahir di Majalengka pada tanggal 5 Mei 1968 yang tumbuh besar dalam keluarga teknik, dimana ayahnhya merupakan seorang dosen teknik lingkungan dan ibunya seorang konsultan teknik bangunan membuat Dian Siswarini berkarier seperti orangtuanya tersebut dengan berkuliah di salah satu intitut tebaik bangsa, yaitu Institut Teknologi Bandung atau biasa disingkat menjadi ITB.

Di ITB, Dian masuk dalam departemen teknik elektro dari kuliah inilah, beliau mulai tertarik dalam dunia telekomunikasi yang menurut beliau bahwa dunia telekomunikasi adalah sebuah dunia yang menarik karena bidang ini akan selalu berkembang terus menerus.

Sehingga membuat dirinya menekuni bidang telekomunikasi selepas lulus dari Teknik Elektro ITB ditahun 1991. Selepas kelulusannya, Dian bekerja di perusahaan telekomunikasi satelit, yang bernama PT. Citra San Makmur sebagai supervisor dibidang engineering.

Tidak lama bekerja di PT. Citra San Makmur, Dian memutuskan untuk keluar dan bergabung dengan Satelindo ditahun 1994, karena pada saat itu di Satelindo mulai berfokus pada GSM (Global System for Mobile Commnucations) yang membawa teknologi telekomunikasi seluler di Indonesia ke era generasi kedua (2G), yang di mana GSM sedang booming-boomingnya di Asia.

Dian pun menganggap bahwa GSM adalah teknologi yang sangat penting untuk masa yang akan datang karena ketika GSM sudah mulai diperkenalkan, mulailah perkembangan layanan pesan singkat.

Hanya bekerja selama 2 tahun di Satelindo, tahun 1996 Dian bergabung dengan perusahan dengan bidang yang sama, yaitu telekomunikasi yang bernama PT. Excelcom, yang kini kita kenal dengan nama PT. XL Axiata sebagai radio network design engineer.

Di PT. XL Axiata, Dian lebih banyak bekerja di lapangan karena latar belakang pendidikannya sebagai seorang sarjana teknik. Bekerja sebagai radio network design engineer, Dian kerap sekali memanjat sebuat tower karena tugasnya yaitu menentukan posisi network, yakni posisi untuk membangun sebuah tower.

Kenapa Harus Memanjat Tower ?

Ditahun 1996 kala itu teknologi belum maju seperti sekarang ini yang dimana bisa hanya dilakukan simulasi saja tanpa harus memanjat tower.

Misalnya kalau ingin meng-cover kota Surabaya, dengan daerah seluas Surabaya, maka harus ada berapa banyak tower dan ada di mana saja posisi tower untuk menghasilkan layalan telekomunikasi yang baik untuk pelanggan.
Dian Siswarini merasa seperti rumah ketika bekerja di XL Axiata, itulah yang membuat dirinya memutuskan untuk terus berkarier di perusahaan tersebut. Setahun bekerja di XL Axiata, Dian naik jabatan yang sebelumnya sebagai radio network design engineer menjadi manager network design & engineering.

Perkembangan telekomunikasi tidak lengkap jika masih belum membahas jaringan internet, jaringan internet pun mulai ditemukan sekitar tahun 1969 oleh sosok pria hebat, baca biografi leonard kleinrock.

Ketertarikannya dalam dunia telekomunikasi sehingga membuatnya bekerja dengan penuh passion membuat dirinya ditahun 2005 berhasil menduduki posisi vice president network, yang membuat dirinya semakin dipercaya oleh XL Axiata sampai membuat dirinya berturut-turut diberi amanah untuk memegang posisi direktur digital services officer di departemen content and new business tahun 2013.

Dikenal sebaga perempuan yang menyukai tantangan, akhirnya ditahun 2007, Dian tidak hanya bekerja dibagian network saja seperti yang selama ini dia lakukan dan diminta untuk memegang digital service, yang bertugas untuk membangun new business di luar core business XL.

Ditantang untuk membangun sebuah bisnis diluar XL, akhirnya ditahun 2014 lahirnya toko online yang bernama Elevania.

Selain berhasil membangun Elevania, Dian juga ditantang untuk tidak hanya jago didalam kandang (Indonesia) yang akhirnya membuatnya untuk pindah ke induk usaha XL, yaitu PT. XL Axiata Group yang ada di Malaysia.
Di Axiata Group Malaysia, beliau menjabat sebagai group chief of marketing and operation officer yang bertugas sebagai mengecek subsidiaries di berbagai negara, yakni Malaysia, Singapura, Indonesia, Sri Lanka, Bangladesh, Kamboja, Nepal, dan India.

Di Malaysia, Dian belajar mengenai perkembangan market karena tiap-tiap negara memiliki perkembangan market yang berbeda-beda dari hal inilah beliau memahami bahwa pattern telekomunikasi akan selalu sama, namun timingnya yang berbeda.

Hanya setahun Dian berada di Malaysia dan kembali ke Indonesia pada tahun 2015. Berkarier selama kurang lebih 20 tahun dibidang telekomunikasi dengan dedikasi dan prestasi yang luar biasa bersama PT. XL Axiata, akhirnya membuatnya dipercaya sebagai direktur utama atau CEO PT. XL Axiata setelah dilaksanakannya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT. XL Axiata menggantikan CEO yang sebelumnya, yaitu Hasnul Suhaimi.