Jeff Bezos adalah raja toko online terbesar di dunia. Jeff Bezos merupakan Chairman dan CEO Amazon.com. Ia juga menjadi salah satu pengusaha terkaya di Amerika. Pada September 2013, Forbes mencatat jumlah kekayaannya mencapai $27,2 miliar. Jeff Bezos tidak hanya menjalankan bisnis online, ia juga membeli The Washington Post pada tanggal 5 Agustus 2013 seharga $250 juta, la juga mendirikan Blue Origin pada tahun 2000, sebuah perusahaan yang menawarkan perjalanan ke ruang angkasa. Selain itu, Jeff juga berinvestasi di web Business Insider.

Biografi Jeff Bezos

Jeff Bezos telah mendonasikan jutaan dolar untuk urusan politik. Atas usahanya, Jeff Bezos mendapatkan sejumlah penghargaan, di antaranya Person of The Year (1999), US News & World Report (2008), doktor kehormatan dari Carnegie Mellon University (2008), penghargaan dari The Economist (2011), Entrepreneur of The Year (2012), dan CEO terbaik kedua oleh Harvard Business Review.

Jeff Bezos lahir di Albuquerque, New Mexico, pada tanggal 12 Januari 1964 dengan nama Jeffrey Preston Jorgensen dari pasangan Jacklyn dan Ted Jorgensen. Nenek moyang Jeff berasal dari Texas. Mereka adalah keluarga yang sukses dalam peternakan. Jeff remaja lebih banyak menghabiskan sebagian waktunya dengan kakeknya yang pernah bekerja di Komisi Energi Atom Amerika di Albuquerque. Pernikahan ayah dan ibunya tidak bertahan lama. Ibunya kemudian menikah dengan Miquel Bezos. Bersama ibu dan ayah tirinya, kemudian Jeff Bezos tinggal di Houston, Texas.

Minat Jeff pada waktu remaja adalah pada bidang mekanik bukan bisnis. Jeff menempuh pendidikannya di River Oaks Elementary, Houston. Keluarga Jeff Bezos kemudian pindah ke Miami, Florida, dan Jeff melanjutkan pendidikan SMA di Miami Palmetto. Jeff juga pernah ikut pelatihan di University of Florida.

Setelah tamat, Jeff kemudian melanjutkan pendidikan sarjana di Princeton University dengan jurusan listrik dan ilmu komputer. Ia lulus sebagai salah satu wisudawan terbaik. Setelah wisuda dari Princeton, Jeff Bezos kemudian melamar beberapa pekerjaan. Sebelum mendirikan Amazon, Jeff sempat bekerja di Wall Street, Bankers Trust, dan di perusahaan DJB. Shaw & Co.

Di D.E Shaw & Co, Jeff mendapatkan jabatan sebagai wakil presiden direktur. Pada suatu ketika, ia ditugaskan oleh David Shaw untuk meneliti bisnis baru di internet. Jeff mengadakan penelitian dan menemukan dari 20 barang yang dijual, buku berada di urutan teratas. Ia menemukan bahwa belum ada toko buku online dan Jeff memberitahukan penemuannya kepada Shaw. Namun, David Shaw kurang mendukung idenya.

Ia kemudian menikah dengan MacKenzie pada tahun 1993 dan dikaruniai 4 orang anak. Pada tahun 1994, dalam perjalanan dari New York ke Seattle, Jeff Bezos mendapatkan inspirasi untuk mendirikan sebuah situs online dengan nama Amazon yang merupakan nama sebuah sungai terbesar di Amerika. Jeff memutuskan fokus pada toko online dan meninggalkan pekerjaannya yang cukup menjanjikan. Ia yakin bahwa bisnis melalui internet akan mengalami pertumbuhan di masa depan. Oleh karena itu, ia tidak ragu-ragu keluar dari perusahaan tempat ia bekerja.

Pada awalnya, Amazon hanyalah sebuah toko online kecil yang beroperasi di garasi rumahnya. Ia dibantu oleh istrinya, MacKenzie dan 2 orang temannya, yaitu Shel dan Paul. Mereka menjadikan garasi tersebut sebagai kantor Amazon. Pada awal pendiriannya, mereka dihadapkan pada berbagai masalah seperti kurangnya modal dan perangkat lunak. Keterbatasan modal membuatnya tidak bisa mempekerjakan beberapa orang guna membantu mengurus usaha. Jeff kemudian melakukan kerjasama dengan pembagian jabatan. Jeff terus belajar sehingga berhasil mengatasi persoalan perangkat lunak.

Barang yang dijual pun hanya terbatas pada buku. Jeff melakukan kerjasama dengan para penerbit buku dan menjualnya dengan harga yang lebih murah dari toko. Namun, bisnis online kecil ini terus berkembang. Sekarang amazon dikenal sebagai toko online terbesar dan terlengkap di dunia yang tidak hanya menjual buku, tetapi juga menjual barang elektronik, pakaian, alat kesehatan, alat rumah tangga, mainan anak-anak, sendal, video, musik dan lain sebagainya. Disinyalir pengunjung Amazon mencapai ratusan juta orang per harinya.

Tips dan QuoteBeberapa pelajaran yang dapat diambil dari perjalanan Jeff Bezos, yaitu : Pertama, tidak takut gagal. Sebagaimana yang dikatakan sebelumnya, ide Jeff untuk menjual buku online ditolak oleh bosnya. Ia kemudian melakukan beberapa analisis dan yakin bahwa menjual buku secara online adalah sebuah terobosan besar. Oleh karena itu, ia memutuskan keluar dari pekerjaannya dan mencoba peruntungannya sendiri meskipun masa depan belum pasti. Ia berani meninggalkan pekerjaannya yang mapan demi sebuah impian. “Jika Anda memutuskan bahwa hanya akan melakukan hal-hal yang Anda tahu akan berhasil, maka Anda akan meninggalkan begitu banyak kesempatan.”, begitu kata Jeff dalam sebuah kesempatan.

Kedua, melakukan penelitian. Sebelum memutuskan untuk menjual buku, Jeff telah melakukan penelitian tentang produk-produk yang laris. Seiring dengan berjalannya waktu, ia menambah produknya sehingga apa pun yang dibutuhkan oleh konsumen tersedia.

Ketiga, mengutamakan konsumen. Pelajaran tentang bagaimana melayani konsumen telah mulai dimiliki oleh Jeff ketika ia bekerja di KFC. Sedikit banyak bekerja di KFC memperkaya ilmunya ketika ia mendirikan perusahaan sendiri. Jeff berusaha membuat konsumen nyaman dan merasa beruntung membeli di tokonya. Jeff yakin dengan pelayanan yang baik, maka konsumen tidak hanya akan setia, tetapi juga akan mempromosikan tokonya secara gratis. Dalam sebuah kesempatan, Jeff mengatakan: “Satu hal yang paling penting adalah fokus secara obsesif terhadap konsumen. “Tujuan kami adalah menjadi perusahaan di bumi yang paling terpusat pada konsumen. Ada satu alasan kami melakukan dengan lebih baik dari rekan kami di internet dalam 6 tahun terakhir, itu karena kami berfokus pada konsumen seperti sebuah sinar laser”. Jeff menambahkan.

Keempat, terus berkembang tidak diam ditempat, selalu memikirkan bagaimana strategi agar perusahaan selalu berkembang.

Kelima, pantang menyerah. Jeff dihadapkan pada berbagai masalah pada tahun-tahun pertama pendirian Amazon. Namun, ia selalu belajar untuk mengatasi masalah yang ada seiring dengan proses sehingga satu persatu masalah dapat diatasi dengan baik. Tak hanya pantang menyerah, Jeff menekankan pada pentingnya sifat keras kepala dalam membangun sebuah bisnis. Ia mengatakan: “Hal tentang menemukan sesuatu adalah Anda secara bersamaan harus keras kepala dan juga fleksibel. Jika Anda tidak keras kepala, Anda akan menyerah terlalu cepat. Dan jika Anda tidak fleksibel, Anda tidak akan melihat solusi berbeda dari suatu masalah yang sedang Anda selesaikan.

Keenam, belajar dari orang lain. Dari hanya menjual buku, Amazon sekarang menjual semua barang yang dibutuhkan konsumen. Untuk bisa berhasil seperti saat ini, Jeff tidak hanya mengandalkan pikiran dan idenya sendiri, melainkan ia juga belajar dari orang lain termasuk dari pesaingnya. “ Kami melihat para kompetitor kami. Dari mereka, melihat hal-hal yang mereka lakukan pada para pelanggan dan meniru hal-hal tersebut sebanyak kami bisa” Jeff menjelaskan dalam sebuah kesempatan salah satu rahasianya.

Ketujuh, bekerja sama. Dari awal pendirian, Jeff mengalami berbagai keterbatasan. Oleh karena itu, ia memutuskan tetap mewujudkan impiannya dengan bekerja dan berbagi dengan orang lain. Setelah sukses pun, Jeff masih mengandalkan sistem kerja sama untuk membesarkan dan mempertahankan bisnisnya seperti program afiliasi.

Download Biografi KamiKamu di Google Playstore